TAG: opini

Sharing Knowledges While Taking Notes

Navigation

SourceTree vs GitKraken

Untuk yang biasa menggunakan git, mungkin sudah familiar dengan yang namanya SourceTree ataupun GitKraken. Dua-duanya saya pribadi pakai, dan dua-duanya lumayan membantu ketika ingin melihat atau trace project. Namun dari keduanya juga memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

SourceTree

SourceTree adalah salah satu git gui client yang pertama kali saya gunakan. Dikembangkan oleh Atlassian yang juga mengembangkan Bitbucket yang merupakan salah satu git server yang bisa diandalkan. SourceTree membawa git-nya sendiri, jadi apabila pada system komputer belum terinstall git tidak akan menjadi masalah, namun apabila user telah install git sebelumnya bisa dipilih apakah menggunakan git yang dibawa oleh SourceTree atau menggunakan git yang telah teinstall pada system. SourceTree juga mendukung git-flow yang juga telah tertanam di dalamnya, serta pastinya git-lfs.

Selain

Yang Baru di xcode-beta 9

Tadi selesai sahur, dapat email wwdc17 sudah mulai live stream, liat-liat banyak pembaharuan khususnya untuk VR, Machine Learning, dan 3D rendering. Sepertinya sih apple ke depan mungkin lebih mengarah ke game, virtual reality dan kecerdasan buatan CMIIW.

Tidak lama, kemudian coba jajal download xcode-beta 9, lumayan lama karena ukurannya 5G ketika extract 11G, berikut adalah fitur-fitur baru yang ada pada xcode-beta 9.

  • Perubahan yang paling ketara adalah support untuk repository yaitu Source Control navigator yang berada pada panel navigator. Juga sudah terintegrasi dengan github.

  • Kemudian, fungsi untuk rename/refactoring yang lebih eye catchy dan sudah support swift sepertinya.

  • Fungsi search yang jauh lebih cepat. Hal ini dikarenakan indexer pada xcode 9 yang dibuat ulang. Sehingga user dapat mencari 50 kali

Cloud Hosting vs Shared Hosting

Seperti yang saya jabarkan pada page about bahwa tendabiru.net ini sebelumnya adalah sebuah forum untuk komunitas kampus penulis. Karena waktu itu kaskus sedang besar-besarnya sehingga muncul ide untuk membuat forum komunitas sendiri dari beberapa teman.

Awalnya lumayan, forum tersebut lumayan aktif. Tapi dikarenakan pada waktu itu internet tidak semurah sekarang (walaupun sekarang ga murah-murah amat sih), dan akses internet sebagaian besar dilakukan hanya dari warnet atau menggunakan modem pada PC karena smartphone masih barang mewah pada zaman itu, sehingga lambat laun forum tersebut menjadi sepi, tidak aktif dan kemudian mati 💔.

tendabiru.net yang sekarang pun juga sudah melakukan banyak transformasi, mulai dari menggunakan wordpress, hingga sekarang menggunakan ghost sebagai engine blog nya. Dan tidak menutup kemungkinan berganti lagi di